Sanduduk, Blue Berry Toba Banyak Khasiat
![]() |
Sanduduk dikenal juga sebagai senduduk dan cengkodok (Melayu, dan khusus daerah Kalimantan Barat yaitu cengkodok), harendong Sunda, kluruk (Jawa), kemanden (Madura), ndusuk (Bahasa Manggarai, Flores), kedebik (Bahasa Bangka) yeh mu tan (China
Tidak sulit menemukan tanaman ini di antara semak-semak belukar. Buahnya berwarna coklat kemerahan ketika masih muda dan berbentuk lonceng terbalik. Apabila sudah matang, kulitanya akan merekah dan dagingnya berwarna ungu kehitaman dengan butiran biji. Berair dan terasa manis bercampur sepat. Setelah memakan buahnya, mulut akan berwarna ungu kehitaman.
Wikipedia menulis, sanduduk dapat tumbuh pada tempat-tempat yang mendapat cukup sinar matahari seperti di lereng gunung, semak, lapangan yang tidak terlalu gersang, atau ditanam di daerah objek wisata sebagai tanaman hias pada ketinggian sampai 1.650 di atas permukaan laut.
Daunnya tunggal, bertangkai, letaknya berhadapan bersilang dan berbentuk bulat telur dengan ujung lancip, permukaannya berambut pendek yang jarang dan kaku sehingga teraba kasar, serta memiliki tiga tulang daun yang melengkung.
Tumbuhan dengan famili Melastomataceae ini, tidak cukup dikenal dari buahnya saja. Sanduduk memiliki bunga berwarna ungu kemerahan yang sangat cantik, menyerupai bunga anggrek.
Banyak yang belum menyadari keindahan tanaman liar yang satu ini. Masih jarang dibudidayakan sehingga penyebaran tanaman ini biasanya dari biji-bijinya yang jatuh atau dari kotoran burung yang memakan biji tanaman sanduduk ini.
Selain cantik, enak dipandang, ternyata banyak orang yang menggunakan senduduk sebagai salah satu tumbuhan obat. Bagian tumbuhan yang digunakan adalah daun,akar, buah, dan biji.
Komentar
Posting Komentar